Iklan

terkini

Jenal Aripin: Politik Dinamis, Ada yang Pergi dan Ada yang Datang

07/09/2026, 19:09 WIB Last Updated 2026-09-07T12:09:20Z
Jenal Aripin (foto: ist)


BANDUNG - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, H. Jenal Aripin, S.E., menegaskan soliditas Partai Demokrat Jawa Barat tetap terjaga di tengah dinamika perpindahan sejumlah kader, termasuk Wawan Setiawan yang kini memilih bergabung dengan Partai NasDem.


Jenal yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat mengatakan, setiap individu memiliki hak politik untuk menentukan pilihan dan arah perjuangannya. Karena itu, Demokrat menghormati keputusan Wawan Setiawan untuk meninggalkan partai dan bergabung dengan partai politik lain.


“Pertama, kami menghormati pilihan politik setiap orang. Kalau ada mantan kader Demokrat yang memilih bergabung dengan partai lain, itu adalah hak politik yang kami hormati,” ujar Jenal dalam keterangan tertulisnya, Senin 7 September 2026.


Namun demikian, ia meminta perpindahan beberapa kader tidak serta-merta dipersepsikan sebagai tanda bahwa Partai Demokrat Jawa Barat tengah mengalami persoalan internal maupun tidak solid.


Menurutnya, dinamika perpindahan kader merupakan hal yang lazim terjadi dalam kehidupan partai politik. Tidak hanya ada kader yang keluar, tetapi juga banyak tokoh dan kader dari partai lain yang justru memilih bergabung dengan Demokrat.


“Partai politik itu dinamis. Ada yang datang, ada yang pergi. Demokrat juga menerima banyak kader serta tokoh yang sebelumnya berasal dari partai lain. Mereka datang karena melihat Demokrat sebagai rumah perjuangan dan masih memiliki ruang yang besar untuk mengabdi kepada masyarakat,” katanya.


Terkait Wawan Setiawan, Jenal menilai masyarakat perlu melihat perjalanan politik yang bersangkutan secara utuh. Ia menyebut, sebelum bergabung dengan Partai NasDem, Wawan sebelumnya pernah menjadi kader Partai Perindo dan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif melalui partai tersebut.


“Secara faktual, perjalanan politiknya telah melalui beberapa partai dan menjadi caleg di partai tersebut. Itu bukan sesuatu yang perlu kami persoalkan karena merupakan pilihan pribadi beliau,” jelasnya.


Meski demikian, Jenal mengatakan publik berhak mengetahui rekam jejak politik seseorang secara lengkap agar tidak muncul persepsi bahwa perpindahan Wawan dari Demokrat ke NasDem merupakan satu-satunya gambaran mengenai dinamika politik yang terjadi.


Jenal menegaskan, Demokrat Jawa Barat tidak ingin larut dalam menghitung jumlah kader yang meninggalkan partai. Sebaliknya, partai lebih memilih memusatkan perhatian pada kerja-kerja politik dan pelayanan kepada masyarakat.


“Kami di Demokrat tidak ingin sibuk menghitung siapa yang pergi. Kami lebih memilih menghitung berapa banyak kader yang bekerja, berapa banyak masyarakat yang kita layani, dan berapa banyak orang yang mau bergabung untuk bersama-sama membangun Jawa Barat,” tegasnya.


Lebih lanjut, Jenal mengatakan Demokrat Jawa Barat saat ini tengah fokus melakukan konsolidasi dan penguatan organisasi di 27 kabupaten/kota.


Selain memperkuat struktur organisasi, Demokrat juga memprioritaskan kaderisasi serta menyiapkan mesin partai untuk menghadapi agenda politik nasional pada 2029.


“Jadi, silakan setiap orang menentukan jalan politiknya masing-masing. Kami menghormati. Tetapi Demokrat Jawa Barat akan tetap berjalan, tetap solid, dan terus bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan, kekuatan sebuah partai politik tidak semata-mata diukur dari siapa yang datang atau pergi, tetapi dari seberapa konsisten kader yang bertahan menjalankan kerja politik dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.


“Bagi kami, politik bukan soal siapa yang pergi, tetapi tentang siapa yang tetap bekerja dan apa yang kita perjuangkan untuk rakyat,” pungkas Jenal.(rls/*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jenal Aripin: Politik Dinamis, Ada yang Pergi dan Ada yang Datang

Terkini

Topik Populer

Iklan