![]() |
| RS Permata Keluarga (foto: ist) |
KARAWANG - Polemik rencana pengelolaan area parkir di Rumah Sakit Permata Keluarga, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, kembali memanas.
Warga Desa Sukaharja yang diwakili Karang Taruna Bhina Bakti dan BUMDes Sukaharja menyatakan keberatan atas rencana pengelolaan parkir oleh manajemen rumah sakit melalui PT Permata Prima Husada.
Mereka menilai pihak rumah sakit tidak konsisten terhadap hasil musyawarah yang telah beberapa kali difasilitasi Pemerintah Desa Sukaharja.
Sekretaris Karang Taruna Bhina Bakti, Barong, didampingi Sekretaris BUMDes Sukaharja, Iyus, mengaku warga mulai kehilangan kesabaran karena proses dialog dinilai selalu berujung pada penundaan tanpa kepastian.
"Kami sudah beberapa kali mengikuti musyawarah yang difasilitasi Pemerintah Desa Sukaharja. Namun setiap kali ada kesepakatan, pihak rumah sakit justru dinilai mengulur waktu dan tidak menepati apa yang telah disampaikan dalam forum," ujar Barong, Selasa (7/7/2026).
Barong menjelaskan, dalam musyawarah yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026), pihak rumah sakit disebut menyampaikan bahwa pemasangan gate parkir belum akan dilakukan.
Namun, menurutnya, beberapa hari kemudian pemerintah desa menerima surat dari pihak rumah sakit yang berisi rencana pemasangan gate parkir.
"Hal itu membuat kami kecewa. Apa yang disampaikan saat musyawarah berbeda dengan langkah yang kemudian dilakukan. Kami merasa aspirasi warga tidak dihargai," katanya.
Ia juga menilai pengelolaan parkir sepenuhnya oleh internal rumah sakit berpotensi mengesampingkan peran masyarakat sekitar.
"Kami melihat seolah seluruh kegiatan akan dimonopoli oleh internal rumah sakit. Warga Desa Sukaharja tidak pernah benar-benar dilibatkan dalam proses pembahasan," tegasnya.
Selain itu, Barong mempertanyakan kehadiran aparat keamanan dalam beberapa agenda musyawarah.
"Yang menjadi tanda tanya bagi kami, setiap musyawarah justru menghadirkan aparat keamanan, bahkan pernah ada anggota TNI, kepolisian, hingga polisi militer. Padahal kami datang untuk berdialog dan mencari solusi bersama," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, warga berencana membawa persoalan tersebut ke DPRD Kabupaten Karawang dan instansi terkait agar dilakukan mediasi.
"Kami akan mengadu ke DPRD dan pihak-pihak terkait agar persoalan ini dapat diselesaikan secara adil dan terbuka," tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris BUMDes Sukaharja, Iyus, menyampaikan bahwa setiap musyawarah selalu diakhiri dengan janji akan dilakukan pembahasan lanjutan. Namun, menurutnya, di sela waktu tersebut pihak rumah sakit justru tetap menjalankan proses menuju pengelolaan parkir.
"Menurut kami, tindakan tersebut tidak mencerminkan itikad baik karena proses pengelolaan parkir tetap berjalan ketika pembahasan dengan warga belum selesai," ujar Iyus.
Hingga berita ini disusun, pihak manajemen Rumah Sakit Permata Keluarga belum memberikan keterangan resmi terkait keberatan yang disampaikan warga.
Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak rumah sakit untuk mendapatkan penjelasan dan tanggapan atas persoalan tersebut.(**)



