Iklan

terkini

Ekonomi Sukabumi Tumbuh Positif, Disdagin Jadi Garda Terdepan Penggerak UMKM

11/06/2026, 09:47 WIB Last Updated 2026-06-11T02:47:45Z
Pengurus MIO Indonesia PD Sukabumi Raya usai menggelar audensi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi, Rabu 10 Juni 2026.(foto: ist)


SUKABUMI - Laju perekonomian Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan tren positif hingga pertengahan 2026. Di balik ketahanan ekonomi daerah tersebut, peran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi dinilai sangat strategis dalam menggerakkan sektor perdagangan, industri kecil menengah (IKM), hingga stabilitas harga pangan.


Di bawah kepemimpinan Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, S.T., M.T., berbagai program inovatif terus dijalankan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.


Hal itu terungkap dalam audiensi antara Organisasi Media Independen Online (MIO) Sukabumi Raya dan Disdagin Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di Kantor Disdagin, Rabu (10/6/2026).


Disdagin tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga hadir sebagai fasilitator yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.


Salah satu capaian yang menonjol adalah penguatan sektor IKM dan UMKM melalui program hilirisasi produk serta peningkatan daya saing. Berbagai pelatihan diberikan kepada pelaku usaha, mulai dari pengolahan hasil perikanan seperti kerupuk ikan lele hingga pengembangan produk kopi unggulan daerah.


Tidak hanya fokus pada proses produksi, para pelaku usaha juga dibekali kemampuan manajemen usaha, penghitungan harga pokok penjualan (HPP), hingga teknik pemasaran dan kemasan produk yang menarik.


“Kami ingin produk lokal Sukabumi mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Dani Tarsoni.


Komitmen tersebut dibuktikan dengan persiapan sejumlah IKM kopi unggulan Sukabumi untuk mengikuti pameran kopi di Tangerang tahun ini. Langkah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk kopi Sukabumi untuk menembus pasar nasional bahkan internasional.


Selain mendukung pelaku usaha, Disdagin juga aktif menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Melalui operasi pangan murah dan bazar Ramadan yang digelar di sejumlah wilayah, masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.


Program tersebut terbukti membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah. 

Dengan dukungan distributor dan pemerintah provinsi, ketersediaan komoditas penting seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir tetap terjaga.


Di sisi perlindungan konsumen, Disdagin rutin melaksanakan program tera dan tera ulang alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP). 


Pengawasan dilakukan di pasar tradisional, SPBU, hingga jembatan timbang guna memastikan transaksi perdagangan berlangsung jujur dan sesuai standar.


Upaya tersebut tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga memberikan kepastian dan kepercayaan bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas perdagangan.


Perhatian terhadap pasar rakyat juga terus diperkuat. Disdagin melakukan pembinaan kepada pedagang, mendorong kebersihan dan ketertiban pasar, serta meningkatkan kualitas pelayanan administrasi secara lebih transparan dan akuntabel.


Transformasi digital pun mulai diperkenalkan untuk mendukung modernisasi pasar tradisional agar mampu bersaing dengan ritel modern.

Kinerja Disdagin mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk organisasi pers. 


Ketua MIO Sukabumi Raya, Purwanto, menilai program-program yang dijalankan Disdagin bukan sekadar konsep di atas kertas, tetapi telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil.


“Program operasi pangan dan pendampingan IKM menjadi bukti bahwa pemerintah hadir secara langsung membantu masyarakat,” ujarnya.


Dalam audiensi tersebut, sejumlah masukan konstruktif juga disampaikan. Dewan Pakar MIO Sukabumi Raya, Yopi, mendorong penguatan digitalisasi pemasaran produk IKM dan sistem informasi harga pangan yang lebih mudah diakses publik.


Sementara itu, Bendahara MIO Sukabumi Raya, Ateu, berharap program pasar murah dan pendampingan UMKM dapat menjangkau lebih banyak wilayah perdesaan agar manfaat pembangunan ekonomi semakin merata.


Menutup pertemuan, Sekretaris Jenderal MIO Sukabumi Raya, Yulius, menegaskan pentingnya sinergi antara media dan pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi pembangunan kepada masyarakat.


Menurutnya, kolaborasi yang baik akan membantu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya visi Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah, yakni Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah.


Dengan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Disdagin Kabupaten Sukabumi optimistis mampu terus memperkuat fondasi ekonomi daerah. Dukungan terhadap IKM, stabilitas pangan, perlindungan konsumen, dan revitalisasi pasar rakyat menjadi modal penting untuk membawa Sukabumi menuju masa depan ekonomi yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.(rls/**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ekonomi Sukabumi Tumbuh Positif, Disdagin Jadi Garda Terdepan Penggerak UMKM

Terkini

Topik Populer

Iklan