![]() |
| Korban selamat dari TPPO M.Hanif (jaket biru) foto bersama Ketua Komisi III DPRD Karawang H.Dedi Indrasetiawan (kedua dari kanan) didampingi kuasa hukum Jabar Istimewa Pontas (pertama dari kanan) dan keluarga, Senin 30 Maret 2026.(foto: ist) |
KARAWANG - Upaya penyelamatan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali membuahkan hasil. Seorang pemuda asal Karawang, Muhammad Hanif Abdul Karim (20), yang sempat mengalami penyiksaan saat bekerja di Kamboja, akhirnya berhasil dipulangkan ke Tanah Air dengan selamat.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran tim kuasa hukum Jabar Istimewa yang dipimpin Pontas Hutahaen, bersama aktivis pemerhati pekerja migran, Entis Sutisna dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) wilayah Jawa Barat.
Pontas Hutahaen mengungkapkan, dirinya bersama tim bergerak atas arahan langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menerima dan menindaklanjuti aduan masyarakat terkait kasus TPPO, khususnya yang menimpa warga Jawa Barat di luar negeri
“Kami langsung bergerak cepat setiap menerima laporan. Termasuk saat mendapat informasi terkait Hanif, kami segera berkoordinasi dengan berbagai pihak agar yang bersangkutan bisa segera dipulangkan,” ujar Pontas.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah Pontas menjalin komunikasi dengan Ketua Komisi III DPRD Karawang, Dedi Indra Setiawan. Dukungan moril dan materil pun diberikan hingga proses pemulangan Hanif dapat terealisasi.
“Alhamdulillah, berkat kepekaan sosial dan rasa kemanusiaan beliau, Hanif bisa kembali ke Indonesia dengan selamat,” tambahnya.
Peran penting juga datang dari Entis Sutisna. Ia menuturkan, kasus ini bermula dari pengaduan orang tua Hanif yang khawatir anaknya menjadi korban TPPO dan terjebak di Kamboja. Mendapat laporan tersebut, Entis langsung berkoordinasi dengan Pontas untuk mencari solusi terbaik.
“Kami langsung bergerak dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk KBRI di Phnom Penh, agar Hanif bisa segera dipulangkan,” jelas Entis.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak KBRI Phnom Penh yang telah membantu proses pemulangan, serta kepada Dedi Indra Setiawan atas kepeduliannya terhadap nasib pekerja migran.
“Ini menjadi sejarah, karena baru kali ini ada anggota DPRD Karawang yang begitu peduli terhadap pekerja migran korban TPPO asal daerahnya,” pungkas Entis.(*/,mu)

