![]() |
| Ratusan masa Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur Karawang saat menyampaikan aspirasi ke Kepala Desa Wadas di Aula, Rabu 20 Mei 2026.(foto: zen) |
KARAWANG – Puluhan warga Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang menggelar aksi damai untuk menuntut kejelasan relokasi bagi warga terdampak pembongkaran bangunan yang merupakan bagian dari kebijakan Gubernur Jawa Barat beberapa bulan lalu. Hingga kini, relokasi yang dijanjikan dinilai belum terealisasi.
Aksi yang berlangsung di Ruang Aspirasi Aula Desa Wadas, Rabu (20/5/2026), dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Masbroto.
Massa aksi diterima langsung Kepala Desa Wadas H. Junaedi, didampingi Sekretaris Desa Mulyadi, Ketua BPD Halim Topan, serta dihadiri jajaran Kepolisian Sektor Telukjambe Timur. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.
Dalam penyampaiannya kepada awak media, Masbroto mengatakan warga datang untuk meminta kepastian terkait relokasi tempat tinggal yang hingga kini belum terealisasi.
“Kami meminta pemerintah desa menyampaikan aspirasi warga terdampak agar segera mendapat perhatian. Sudah beberapa bulan kami tidak memiliki tempat tinggal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kompensasi sebesar Rp10 juta yang diterima warga sebagian besar hanya cukup digunakan untuk biaya kontrak rumah selama satu tahun.
“Meski begitu, kami tetap berterima kasih karena kompensasi tersebut sudah direalisasikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Wadas H. Junaedi memastikan proses relokasi rumah warga akan segera direalisasikan. Ia meminta masyarakat kembali melakukan pendataan agar seluruh warga terdampak dapat terakomodasi dan tidak ada yang merasa dirugikan.
“Kami berharap masyarakat mengikuti pendataan ulang supaya kejadian seperti ini tidak terulang dan tidak ada warga yang tertinggal,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait lokasi relokasi. Rencananya, pembangunan rumah bagi warga terdampak akan dialokasikan di kawasan Perhutani Dusun Pasir Ipir seluas sekitar tiga hektare.
“Lokasi tersebut direncanakan untuk menampung sekitar 3.000 kepala keluarga warga terdampak. Pembangunan rumah panggung diperkirakan mulai terealisasi dalam tujuh bulan ke depan,” kata Junaedi.
Tokoh masyarakat Desa Wadas, Halim Topan, turut mengapresiasi langkah dan kinerja Pemerintah Desa Wadas dalam mengawal aspirasi masyarakat terdampak.
“Kebersamaan menjadi hal paling utama dalam menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.(Zen)


.jpeg)
